Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

Posko dan Bengkel Siaga Suzuki Siap Manjakan Pemudik


Meski tidak menyelenggarakan acara Mudik bareng, namun PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Suzuki tetap membuka Posko mudik dan Bengkel Siaga.

"Untuk yang tetap mudik pakai sepeda motor, kita punya 28 Posko Suzuki Simpatik dan Bengkel Siaga 24 jam," jelas General Manager Marketing 2W SIS Joko Utomo ketika berbincang dengan okezone, Senin (23/8/2010).

Posko Suzuki Simpatik ini, kata dia, akan tersebar di Pulau Jawa hingga Bali pada 7-14 September 2010. sementara itu untuk Posko Suzuki Simpatik yang ada di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi akan mulai digelar 8-13 september 2010.

Di posko ini pemudik bisa sejenak beristirahat karena telah disediakan alat pijat dan refleksi, makanan untuk berbuka puasa, sarana hiburan seperti game, hingga fasilitas untuk pengecekan sepeda motor.

"Kalau mau yang lebih ekslusif kita juga sediakan posko yang telah dilengkapi dengan fasilitas AC," tembah Joko.

Asiknya, di posko-posko ini pemudik juga bisa mendapatkan potongan harga yang bervariasi untuk penggantian suku cadang.

82.100 Polisi Dikerahkan Amankan Perayaan Idul Fitri

berita

JAKARTA - Polri akan menerjunkan sebanyak 82.180 personel untuk Operasi Kepolisian Kewilayahan Kendali Pusat (Operasi Ketupat) yang akan dilaksanakan menjelang dan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Oprasi ini akan dimulai pada H-7 sampai H+7, yaitu mulai 3 September hingga 18 September mendatang. Operasi ini juga ditujukan untuk menciptakan keamanan bagi masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 2010.

“Kekuatan personel Operasi Ketupat sebanyak 82.180 orang,” ujar Kabid Penum Polri Kombes Pol Marwoto Soeto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/8/2010).

Lebih lanjut perwira menengah ini mengatakan, personel yang diterjunkan tersebut terdiri dari anggota Mabes Polri dan personel dari Polda. Mabes Polri akan menerjunkan sebanyak 1.149 personel, sementara Polda sebanyak 81.031 personel.

“Personil dari Polda berasal dari Polda Prioritas I sebanyak 49.445 orang dan Polda Prioritas II sebanyak 31.586 orang,” bebernya.

Daerah operasi itu sendiri meliputi, Daerah Prioritas I Polda Lampung, Polda Banten, Polda Metro Jaya, Polda Jabar, Polda Jateng, Polda DIY, Polda Jatim, dan Polda Bali. Sementara Polda lainnya masuk dalam kategori prioritas II.

Target oprasi yang menjadi sasaran antara lain terkait kelancaran lalu lintas di beberapa titik-titik yang dianggap rawan kemacetan arus mudik.

Selain itu, oprerasi itu juga diperuntukkan untuk mengurangi jumlah kecelakaan di jalan dan menekan pelanggaran lalu lintas oleh masyarakat. “Menjaga kondisi Kamtibmas yang kondusif,” imbuhnya.

Sementara itu, sasaran operasi lainnya adalah meliputi tempat-tempat umum, seperti rumah ibadah, tempat-tempat yang dijadikan tempat ibadah, pusat perbelanjaan, jalur mudik, tempat wisata, dan tempat keramaian lainnya.

Pihak kepolisian juga berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan para petugas Kepolisian saja. Namun peran serta masyarakat juga sangatlah dibutuhkan dalam menjaga ketertiban di lingkungan sekitar.

Kendati demikian masyarakat diimbau untuk tidak membawa barang berlebihan saat melakukan mudik dan membawa uang secukupnya. Masyarakat juga dihimbau berhati-hati dengan orang yang baru dikenal. Selain itu rumah yang ditinggal bebas dari bahaya kebakaran dan pencurian.

"Mudik Sepeda Motor Jangan Bawa Anak-anak"

berita
Mudik lebaran (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Setiap menjelang akhir bulan puasa, sesuai tradisi biasanya dilakukan ritual mudik lebaran ke kampung halaman. Menghadapi tradisi tahunan tersebut, maka Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan pokok-pokok pikiran dan imbauan.

Berdasarkan perkiraan, jumlah pemudik tahun ini akan mencapai 2,2 juta orang, termasuk didalamnya adalah anak-anak. Untuk itu, KPAI mengimbau kepada semua pemudik untuk selalu menjaga dan memberikan perlindungan bagi anak-anak selama perjalanan mudik.

Demikian disampaikan oleh Ketua KPAI Hadi Supeno dalam siaran pers yang diterima okezone, Selasa (24/8/2010).

Khusus bagi pengguna sepeda motor, KPAI meminta agar tidak menyertakan anak-anak dalam perjalanan mudik sehubungan banyaknya laporan kecelakaan yang mengakibatkan anak-anak menjadi korban. Selain ancaman kecelakaan, perjalanan jauh dengan sepeda motor bisa mengganggu kesehatan anak, disamping dapat menimbulkan rasa takut karena padatnya lalu lintas.

KPAI meminta kepada seluruh jajaran aparat yang terkait baik pusat maupun daerah untuk memberikan jaminan keselamatan dan pelayanan yang prima agar tradisi mudik dapat berlangsung aman dan terkendali.
Sesuai data, jumlah kecelakaan selama mudik tahun 2009 lalu mencapai 1.444 kasus serta mengakibatkan korban meninggal, luka berat maupun ringan, termasuk didalamnya anak-anak. Untuk itu, KPAI meminta agar tahun ini seluruh jajaran aparat yang terkait untuk melakukan koordinasi dan langkah-langkah preventif yang lebih intensif, agar jumlah kejadian kecelakaan dapat ditekan.

KPAI menyerukan agar momentum mudik dapat dijadikan sebagai sarana bagi tiap keluarga untuk berkumpul, saling mempererat tali silaturahim antaranggota keluarga serta media bagi anak-anak untuk lebih dekat dengan keluarga serta sebagai media untuk mempertebal pengamalan nilai-nilai agama.

KOPDARLING STI GARUT